Pentingnya Oximeter Bagi Pasien Isoman

Oximeter yang Bagus


Sudah satu tahun lebih lamanya negara tercinta Indonesia masih dalam masa pandemi Covid-19, jutaan masyarakat terinfeksi virus dan puluhan ribu orang meninggal dunia disebabkan virus satu ini. Awalnya banyak orang beranggapan bahwa ini hanya virus  sepele yang akan selesai satu atau dua bulan. Tapi ternyata takdir berkata lain, sampai saat ini virus ini masih tersebar di mana-mana bahkan sekarang virus ini bermutasi ke berbagai macam varian yang ternyata lebih berbahaya.


Sampai akhirnya pemerintah memberikan keputusan, bahwa Indonesia bagian pulau Jawa dan Bali harus di laksanakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk menekan penyebaran Covid-19. Sudah hampir dua bulan rasanya menjalani PPKM di pulau Jawa, suntuk, bosan, kerjaan hilang, pendapatan menurun, terjangkit virus Covid-19 dan masih banyak keluh kesah masyarakat Indonesia.


Bahkan di tengah-tengah masa PPKM pemerintah memberikan bantuan obat gratis bagi para masyarakat yang melakukan IsoMan (Isolasi Mandiri) di rumah. Tujuannya supaya tidak perlu keluar rumah untuk mencari obat, sebab obat akan diantar oleh petugas puskesmas jika nama Anda terdaftar sebagai pasien IsoMan.


Tak hanya perlu obat-obatan saja, pasien isoman jug perlu Oximeter yang Bagus untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Sebab dengan mengetahui kadar oksigen dalam darah menurun atau stabil akan membantu Anda mengambil keputusan, apakah tetap isoman di rumah sampai sembuh ? atau ternyata harus dirawat di rumah sakit terdekat yang menangani Covid-19?


Sebab dampak dari rendahnya kadar oksigen dalam tubuh akan membuat tubuh Anda semakin sakit, jika dibiarkan akan berakibat pada kematian. Hal serupa sempat dialami oleh Master Dedy Corbuzier yang beberapa minggu lalu mengumumkan melalui instagramnya kalau beberapa minggu kedepan dirinya akan off dari seluruh media sosialnya. Ternyata penyebabnya, dia terdampak Covid-19 dan dinyatakan kritis hampir meninggal dunia.


Namun takdir berkata lain, dia masih diberi kesempatan untuk hidup lebih lama. Usut punya usut dibalik kesembuhan Master Dedy Corbuzier adalah pengecekan kadar oksigen dalam darah. Saat dicek kadar oksigennya mencapai 60% sehingga harus dirawat inap walau sebenarnya dia tidak mau menjalani rawat inap di rumah sakit.


Memiliki Oximeter yang bagus sangat diperlukan oleh para IsoMan, tujuannya tentu untuk berjaga-jaga siapa tahu kadar oksigen dalam darah menurun. Jika sudah 70% kebawah, segera dibawa ke fasilitas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 untuk diagnosa lebih lanjut. Supaya penanganannya tidak terlambat dan pastinya terhindar dari kematian.


Sudah Tahu Cara menggunakan Oximeter dengan baik?

Penggunakan Oximeter sangatlah mudah, cukup jepitkan oximeter di  jari tangan Anda. Setelah terpasang, maka  sensor pada oximeter akan mengevaluasi jumlah hemoglobin atau zat di dalam sel darah merah yang memiliki tugas mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh.


Alat oximeter dilengkapi dengan layar monitor kecil yang akan menampilkan hasil pengukuran kadar oksigen dalam darah.


Oximeter memang sangatlah penting bagi Isoman. Supaya tau kapan dirinya harus dirawat ataukah tidak. Terutama ketika Anda mengalami sesak nafas, lemas, kulit pucat, kuku dan bibir membiru. Segeralah mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mengatahui penyebabnya kenapa?


Para IsoMan, satu pesan penulis. Sering-seringlah cek kadar oksigen dalam darah, karena naik turunnya kadar oksigen dalam darah bisa sangat cepat. Bisa saja cek oximeter masih 95% kadar oksigen dalam darah tapi ternyata setelah dicek lagi 3 jam kedepan sisanya hanya 40%. Segeralah datangi dokter yang sering Anda datangi untuk berkonsultasi atau berobat. Semoga bermanfaat.

No comments:

Powered by Blogger.