Thursday, 8 November 2018

Ketahui Ragam Jaringan Saraf Pada Tubuh

Mengenal jaringan saraf dalam tubuh
Pada manusia maupun makhluk hidup lainnya, terdapat jaringan saraf yang tentunya memliki fungsi yang begitu penting. Pada saat Anda merasakan sakit, panas, dingin, maupun melakukan berbagai jenis respon lainnya terhadap kondisi ini, tentunya hal ini terjadi karena adanya jaringan yang mampu mengantarkan rangsangan dari indera yang dimiliki. Jaringan ini bukan hanya jaringan epitel, dan lain sebagainya. Akan tetapi inilah jaringan saraf yang akan segera dibahas pada kesempatan ini.

Sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa jaringan saraf adalah jaringan yang ada pada manusia dan juga pada hewan. Jaringan syaraf ini memiliki fungsi untuk mengantarkan impulks atau rangsangan yang diterima oleh sistem syaraf tepi kemudian disalurkan menuju ke sistem syaraf pusat, dan sebaliknya. Jaringan syaraf ini memiliki struktur yang berbeda dari jaringan epiter, jaringan ikan, maupun jaringan otot. Maka mari kita bahas secara lebih detail dan lebih jelas sehingga anda bisa memahami dengan baik.

Struktur Sel Saraf

Seperti yang anda ketahui bahwa jaringan syaraf ini terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sedangkan unit terkecil dari saraf ini dikenal dengan sebutan neuron. Ciri yang paling spesifik dari sel saraf adalah dimana sel tubuh memiliki penjuluran sitoplasma yang kemudian menjadi begitu panjang. Sel saraf ini dilengkapi dengan komponen penyusun, diantaranya ialah badan sel, inti sel atau nukelus, sitoplasma, dendrit, neurit atau akson, sel schawann, dan sinapsis.

Badan sel adalah bagian komponen sel saraf yang memiliki ukuran paling besar, didalamnya terdapat inti sel dan sitoplasma. Inti sel atau dikenal dengan nama lain nukelus adalah bagian pusat sel yang memiliki fungsi sebagai regulator yang mengendalikan semua kegiatan pada sel saraf. Sitoplasma adalah cairan pada sel yang mengandung protein tinggi dan berapa pada bagian badan sel. Dendrit adalah sekumpulan serabut sel saraf yang memiliki panjang pendek dengan banyak cabang yang halus. Neurit atau akson adalah bagian serabut sel saraf panjang yang lebih panjang dari dendrit. Sel schawann adalah bagian penyokong pada akson yang berfungsi untuk melancarkan metabolisme saraf dan membantu regenerasi akson. Terakhir adalah sinapsis yang merupakan bagian paling ujung dari akson.

Jenis sel saraf

Jenis-jenis sel syaraf sendiri ada tiga, yaitu sel saraf sensorik yaitu sel saraf yang berfungsi menyampaikan rangsangan dari reseptor sebagai penerima dari rangsangan ke bagian araf penghubung. Kedua ada sel saraf penghubung, yaitu sel saraf yang berfungsi sebagai penghubung dengan membentuk rantai antara sel saraf sensorik dan sel saraf pusat. Yang ketiga ada sel saraf motorik, yaitu sel saraf yang berfungsi sebagai pengirim rangsangan dari lingkungan kemudian mengambalikan jaringan otot maupun pada kelenjar.
Jenis sel saraf berdasarkan struktur
Pertama ada sel saraf multipolar, yaitu neuron atau sel saraf didalamnya terdapat tiga atau lebih struktur pada badan sel. Yang kedua ada sel saraf bipolar atau neuron bipolar, dimana neuron bipolar ini memiliki dua struktur pada badans el yang tersusun dari dendrit dan juga berbagai akson yang terdiri dari satu buah. Ketiga ada sel saraf pseudeunipolar, yang merupakan sel saraf sensorik yang tersusun atas dua cabang struktur. Keempat ada sel saraf unipolar, yaitu sel saraf yang memiliki neuron yang menjadi penghubung antara dendrit pendek dengan bentuk yang meyerupai sikat.

Sistem saraf

Jarngan syaraf pada tubuh nantinya akan membentuk sistem syaraf yang memiliki fungsi sebagai penghantar setiap pesan berupa rangsangan dari lingkungan kedalam tubuh manusia maupun pada hewan. Impuls ini merupakan pesan berupa rangsangan yang nantinya akan diterima oleh syaraf tepi kemudian akan berjalan menuju syaraf pusat. Tentu saja keduanya saling berhubungans atu sama lain. Dimana setiap sistem saraf ini akan melakukan koordinasi untuk menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus eksternal dari luar, kemudian nantinya akan diproses pada sistem syaraf dan rangsangan nantinya akan dikembalikan dengan bentuk sebuah tanggapan ataupun respon.

Fungsi Utama

Fungsi utama dari dari sistem saraf ini adalah menerima rangsangan dari luar, menghubungkan sistem indera dan seluruh anggota tubuh dengan syaraf pusat, mengendalikan kinerja jaringan otot, mengendalikan kinerja sekresi, mengatur homeostasis, mengendalikan dan mendukung perkembangan mental pada tubuh.

Itulah berbagai hal yang sebaiknya anda ketahui terkait dengan jaringan saraf yang ada pada tubuh. Dengan demikian harapannya anda akan mampu melakukan perawatan dengan baik. Salah satunya ialah dengan mengkonsumsi Nurobion sebagai suplemen pada tubuh sehingga mampu untuk bisa membantu menjaga metabolisme tubuh terutama pada sistem syaraf baik sistem syaraf perifer maupun sistem syaraf pusat. Karena umumnya terjadinya gangguan pada sistem atau jaringan syaraf ini diakibatkan oleh kekurangan vitamin B kompleks. Sehingga vitamin B kompleks ini menjadi begitu penting dalam tubuh dan menjaga kesehatan metabolisme tubuh.

No comments:
Write comments