Sunday, 17 December 2017

Menguak Pesona Keindahan Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu - Brillio.net
Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah dengan segudang destinasi wisatanya. Berbagai wisata pantai, air terjun, dan lezatnya lumpia serta tahu gimbal tak akan pernah tergantikan. Lalu, megahnya salah satu bangunan cagar budaya paling terkenal di Kota Semarang, Lawang Sewu.

Lawang Sewu berlokasi di Jalan Pemuda, Semarang. Di depannya, berdiri menjulang salah satu tugu bersejarah di kota ini, Tugu Muda, yang dahulu bernama Wilhelminaplein. Tepat di belakangnya adalah sentra kuliner paling terkenal, kawasan Pandanaran.

Anda bisa menggunakan kereta untuk menuju ke kota ini. Jika menggunakan kelas eksekutif, Anda akan berhenti di Stasiun Semarang Tawang. Sementara itu, Stasiun Semarang Poncol adalah destinasi terakhir bagi Anda yang menggunakan kelas ekonomi. Untuk membeli tiket kereta api, Anda tidak perlu pergi ke stasiun, karena pembelian bisa dilakukan secara online. PT. Traveloka Indonesia telah memberikan kemudahan dalam mengakses tiket kereta api secara online. Bermodalkan ponsel pintar, pesan tiket kereta api di Traveloka jelas lebih praktis.

Jarak Lawang Sewu dari dua stasiun besar di Kota Semarang ini tidak jauh. Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan transportasi umum lainnya, seperti angkutan, bus, atau pun ojek. Anda tak perlu takut akan berbagai cerita seram yang santer terdengar, karena kini bangunan paling bersejarah di Kota Semarang ini telah dipugar seluruhnya dan terbuka untuk kunjungan wisata.

Dahulu, Lawang Sewu merupakan sebuah gedung perkeretaapian bernama Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) milik Belanda yang dibangun pada tahun 1904. Oleh masyarakat lokal, bangunan yang kini telah menjadi museum ini disebut Lawang Sewu karena memiliki banyak sekali pintu dan jendela. Meskipun demikian, salah satu sumber menyatakan bahwa jendela yang ada di Lawang Sewu berjumlah 492 buah dengan jumlah pintu sebanyak 1.429 buah.

Pada masa pemerintahan Belanda, segala kegiatan administrasi yang berhubungan dengan urusan perkantoran dilakukan di salah satu stasiun bernama Stasiun Semarang Gudang atau Semarang NIS. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan jalur kereta yang semakin pesat, kantor Semarang NIS tak lagi memadai untuk digunakan. Lalu, muncullah sebuah opini untuk mendirikan bangunan kantor administrasi baru.

Pendapat pun disetujui, dan sebuah lahan yang berada di Bodjongweg Semarang dan dekat dengan kediaman warga pun menjadi pilihan. Bodjongweg ini kemudian dikenal sebagai Jalan Pemuda hingga kini. Sementara itu, desain gedung dipercayakan kepada dua orang arsitek berkebangsaan Belanda, yaitu Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Quendag. 

Setelah merdeka, oleh negara bangunan ini difungsikan kembali sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), yang kini dikenal sebagai PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, gedung dua lantai ini menjadi saksi bisu hebatnya pertempuran antara Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dengan pasukan Jepang yang terbagi dalam kelompok Kempetai dan Kidobutai. 

Jauh setelah itu, bangunan ini dibiarkan kosong dan tanpa ada penerangan sama sekali baik di dalam maupun di luarnya. Dinding-dinding yang retak, kaca-kaca jendela yang pecah, juga ilalang dan rerumputan liar yang tumbuh tinggi menjadikan Lawang Sewu tampak menyeramkan. Dari sinilah, beredar berbagai cerita seram mengenai keangkeran bangunan ini.

Kini, Lawang Sewu telah sepenuhnya difungsikan sebagai Museum Kereta Api. Anda wajib membayar biaya kontribusi sebesar Rp10.000/orang dan biaya tambahan sebesar Rp30.000 untuk menyewa pemandu. Bersama pemandu, Anda akan dibawa berkeliling gedung sembari melihat-lihat berbagai benda-benda yang berhubungan dengan kereta zaman dahulu lengkap dengan miniaturnya.
Di bangunan utama, Anda akan melihat sebuah kaca besar berpahatkan dua perempuan Belanda yang amat cantik. Sebuah tangga besar yang terbelah menjadi dua semakin mempercantik eksistensi dinding kaca ini. Pesonanya pun tetap terasa saat Anda memandanginya dari bagian taman yang ada di tengah kompleks bangunan. 

Tidak semua ruangan yang ada di Lawang Sewu bisa Anda masuki. Ada beberapa tempat-tempat yang dilarang digunakan, seperti bangunan paling belakang, lantai paling atas, dan ruang bawah tanah. Dahulu, semua sisi Lawang Sewu bebas dijelajahi, termasuk ruang bawah tanah yang kabarnya selalu tergenang air setinggi mata kaki. Akan tetapi, karena seringnya terjadi peristiwa tidak menyenangkan, semua ruangan dan area ini akhirnya ditutup untuk kegiatan apa pun.

Ingin menguak pesona dan misteri Lawang Sewu lebih dalam lagi? Segera agendakan tempat ini menjadi tujuan liburan berikutnya!

1 comment:
Write comments