Tuesday, 28 August 2018

Komitmen Sukanto Tanoto Dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Demi Generasi Mendatang

Hijaunya Hutan Indonesia
Tentunya sebagai kelompok usaha yang bisnisnya tersebut erat kaitannya dengan lingkungan, grup Royal Golden Eagle berkomitmen untuk secara pro aktif dalam menjalankan berbagai macam kegiatan konservasi, restorasi, dan juga pengelolaan sumber daya alam yang dinilai cukup penting sekali dengan cara menyelaraskan kegiatan produk serta upaya pelestarian. Sehingga yang demikian tersebut tak hanya akan menguntungkan bagi perusahaan, tetapi juga negara dan masyarakat sekitar. 

Komitmen Sukanto Tanoto Dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Demi Generasi Mendatang

Grup Royal Golden Eagle mendorong pengelolaan kehutanan bertanggung jawab serta pembangunan yang berkelanjutan, dimana hal ini nanti akan mencakup pada identifikasi serta perlindungan terhadap hutan di Indonesia yang memiliki nilai konservasi sangat tinggi, juga mengimplementasikan teknik – teknik pemanenan yang pada akhirnya berdampak rendah terhadap lingkungan sekitarnya. Selaku pendiri Royal Golden Eagle, Sukanto Tanoto pastinya akan membina hubungan baik dan saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar. Tujuannya adalah untuk mendorong kesadaran juga penerapan praktek – praktek pembangunan berkelanjutan. 

APRIL Group (anak perusahaan Royal Golden Eagle)
sebagai contoh salah satu anak perusahaan Royal Golden Eagle, APRIL Group sudah melakukan konservasi dan juga melindungi lebih dari 250 ribu hektar HCVF dalam wilayah konsesinya. Ini tentu saja jadi bagian dari implementasi kebijakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, yang dimonitori oleh sebuah komite penasihat pemangku kepentingan yang independen untuk dapat memastikan transparansi serta implementasi dari kebijakan tersebut.

Sukanto Tanoto telah membangun kemampuan dan juga menerapkan standar – standar profesionalitas yang cukup tinggi guna tingkatkan upaya – upaya konservasi, maupun pembangunan berkelanjutan yang dijalankannya. Tak hanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas teknologi manufaktir yang modern, ternyata fasilitas kegiatan operasi perusahaan di Royal Golden Eagle tersebut sudah mendapatkan berbagai sertifikasi, diantaranya ISO 14001, ISO 9001, dan juga OHSAS 18001. 

Selain hal di atas, juga penting sekali untuk diketahui bahwa, daur ulang air serta efisiensi energi ternyata juga jadi salah satu hal yang penting peranannya bagi kegiatan operasi di perusahaan yang didirikan Sukanto Tanoto. Sukanto menerapkan teknologi pengelolaan air untuk membersihkannya dan meminimalkan kandungan limbah, jaga penggunaan air dibawah panduan sudah diterapkan pemerintah. Sukanto Tanoto lakukan daur ulang limbah untuk hasilkan energi, dan disaat yang bersamaan juga bisa mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil. 

Royal Golden Eagle percaya bahwasannya penanggulangan kebakaran yang efektif jadi salah satu hal yang paling vital dalam melindungi pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan, serta upaya – upaya konservasi yang dijalankannya, sebab alasan itulah semua pemasok diharuskan mentaati kebijakan yang diberikan. Jadi salah satu bagian dari pendekatan tanpa bakar, Sukanto Tanoto juga mencetuskan program Desa Bebas Api dengan cara memberikan insentif serta memberdayakan beberapa desa yang bergabung dalam program tersebut untuk adopsi kebijakan pengelolaan lahan tanpa bakar.

Tak hanya itu saja, kelompok perusahaan dalam naungan Sukanto Tanoto ini juga berperan aktif dalam restorasi ekosistem. Anak perusahaan Royal Golden Eagle kembangkan rencana kerja untuk kelola hutan secara berkelanjutan yang mencakup komitmen untuk restorasi lahan gambut yang telah rusak seluas 40 ribu hektar di Semenanjung Kampar dan juga Pulau Padang, Riau. Rencana kerja ini disusun berdasarkan SFMP, yang telah dibuat lewat konsultasi dengan para pemangku kepentingan juga diaudit pula secara independen. Ini adalah simbol dari komitmen jangka panjang untuk restorasi yang sebelumnya telah mencakup kepeloporan komitmen restorasi. Adanya program RER ternyata jadi komitmen dalam upaya restorasi ekosistem secara menyeluruh untuk kawasan hutan gambut yang ada di Semenanjung Kampar, Indonesia.

No comments:
Write comments