Monday, 12 March 2018

Ciri-Ciri Bayi yang Alergi Susu Sapi

Ciri-ciri bayi alergi susu sapi
Seperti yang kita tahu bersama, susu formula merupakan nutrisi alternatif yang biasa orangtua berikan untuk anaknya. Terkadang, nutrisi dari ASI memang tidak cukup sehingga membutuhkan nutrisi tambahan yang diperoleh dari makanan pendamping ASI atau dari susu formula. Orangtua yang tidak bisa memberikan ASI kepada anak-anaknya juga memilih susu formula sebagai alternatif terbaik. Lalu, bagaimana jika anak-anak ternyata memiliki alergi produk susu formula? Bagaimana ciri-ciri bayi yang alergi susu formula? Simak ulasan lengkapnya pada uraian berikut ini. Setidaknya, ada 7 ciri-ciri bayi yang alergi pada susu formula, khususnya susu sapi. Ciri-ciri yang akan disebutkan di sini adalah ciri yang paling sering terjadi pada anak-anak. Anda bisa mengenali apakah buah hati Anda alergi pada susu formula atau tidak dengan melihat beberapa ciri berikut ini. 

1. Nafas berbunyi 

Ciri pertama yang paling sering dialami bayi yang alergi susu adalah nafas yang berbunyi. Apabila bayi alergi terhadap sesuatu, bagian yang cepat bereaksi terhadap alergi adalah saluran pernafasan. Bagian ini akan menghasilkan banyak lendir sehingga mengganggu pernafasan. Oleh karena itu, biasanya bayi yang alergi produk susu biasanya mengalami nafas berbunyi ayau asma. Pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan apakah bayi benar-benar alergi atau tidak. 

2. Bayi sering batuk 

Gejala kedua yang paling sering ditunjukkan oleh bayi yang alergi produk susu adalah sering batuk. Saluran pernafasan pada bayi memang sangat sensitif. Apabila ada kandungan zat asing yang masuk ke dalam tubuh bayi dan tubuh tidak bisa menerimanya, bayi biasanya akan batuk-batuk. Awalnya, bayi akan menunjukkan suara serak hingga sering menangis karena kesakitan. Lalu, bayi akan sering batuk-batuk, entah itu batuk kering ataupun batuk berdahak. Kemudian, batuk akan lebih sering terjadi sesaat setelah si kecil mengonsumsi susu. 

3. Diare 

Gejala yang lain yang akan dialami anak ketika alergi susu adalah diare. Diare yang dialami oleh bayi akan membuat mereka menjadi lebih lemah. Reaksi diare ini bahkan lebih sering terjadi ketika si kecil mengonsumsi susu formula. Diare terjadi akibat saluran pencernaan si kecil tidak bisa menerima beberapa kandungan yang terdapat dalam susu sapi. 

4. Perut Kembung 

Selain menyebabkan diare, alergi susu formula juga akan menyebabkan gangguanpencernaan yang lain, yaitu perut kembung. Reaksi ini hampir sama dengan yang telah dijelaskan di atas. Ketika alat pencernaan bayi tidak menerima zat-zat yang ada dalam susu formula, perut bayi pun akan kembung. Kondisi ini akan semakin parah jika orangtua terus memberikan si kecil susu formula. Bayi yang awalnya kembung bisa merasa mual dan muntah-muntah. Kondisi perut bayi yang kembung jika bisa menyebabkan bayi tidak dapat membuang gas. Jika hal ini terjadi, perut bayi pun akan mengembang dan membuat bayi menjadi lebihrewel dari biasanya. 

5. Bintik Merah pada Bayi 

Reaksi alergi yang dialami bayi juga bisa bereaksi pada kulitnya. Bayi yang mengalami alergi pada produk susu bisa membuat kulitnya menjadi iritasi dan gatal. Sebelumnya, akan timbul bintik-bintik berwarna merah pada kulit bayi. Bintik merah karena alergi berbeda dengan bintik merah karena biang keringat. Bintik merah yang disebabkan oleh alergi biasanya memiliki rasa gatal yang lebih parah sehingga sering menyebabkan ruam. Reaksi ini bisa muncul sesaat setelah bayi mengonsumsi susu formula. 

6. Mata Berair 

Organ tubuh lainnya yang ikut bereaksi karena alergi susu adalah mata. Ketika tubuh tidak bisa menerima masuknya zat-zat dalam susu, mata bayi pun akan tampak berari dan memerah. Sebagian besar orangtua sering salah menafsirkan gejala ini dengan mengira mata bayi memerah karena gigitan serangga. Padahal, hal ini terjadi akbat rasa gatal yang dialami bayi pada daerah sekitar mata. Jika kondisi mata berair ini tidak dirawat dengan baik, mata bayi pun bisa bengkak sehingga menyebabkan ia sering menangis. Untuk itu, perlu penanganan yang tepat supaya gejala yang dialami si kecil tidak semakin butuk. 

7. Eksim 

Kulit bayi masih sangat sensitif sehingga lebih mudah bereaksi terhadap alergi tertentu. Jika bayi mengalami alergi susu, reaksinya bisa dilihat dari kulitnya. Selain menyebabkan munvulnya bintik-bintik merah, alergi produk susu juga menyebabkan eksim pada kulit si kecil. Eksim ini bisa menjadi lebih parah apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, orangtua sebaiknya punya alternatif sendiri untuk mengatasi eksim yang muncul pada kulit bayi. 

Demikian adalah tujuh gejala yang paling sering dialami oleh bayi yang alergi terhadap susu sapi. Untuk memastikan apakah benar bayi alergi susu sapi atau tidak, silahkan lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Deteksi lebih awal sangat penting supaya bayi tidak terus menerus sakit karena susu formula.

No comments:
Write comments